Keputihan Pada Wanita

By , April 4, 2013

Setiap wanita secara normal akan mengeluarkan sedikit cairan vagina yang jernih, seperti susu atau sedikit kekuningan. Jika pengeluaran cairan ini tidak menimbulkan rasa gatal atau tidak berbau busuk, mungkin hal ini merupakan masalah. Seringkali seorang wanita, terutama selama masa kehamilan, mengalami keputihan disertai rasa gatal di dalam vagina. Keputihan pada wanita ini dapat disebabkan oleh berbagai macam infeksi. Sebagian besar diantaranya sangat mengganggu, namun tidak berbahaya.

  1. Keputihan pada wanita byang cair serta berbusa, berwarna kuning kehijauan atau keputih-putihan dan berbau busuk, dengan rasa gatal. Keadaan ini merupakan ifeksi Trichomonas. Rasa terbakat ketika buang air kecil. Kadang-kadang alat kelamin terasa sakit atau membengkak.
    Pengobatan : Menjaga kebersihan alat kelamin merupakan tindakan yang amat penting, membasuh vagina atau douche dengan air hangat dan larutan cuka sulingan akan menolong. Penderita harus melakukan douche 1 sampai 3 kali sehari sampai ia sembuh. Jika yidak ada larutan cuka, gunakan perasan air jeruk nipis di dalam air. Pada kasus yang berat, gunakan tablet atau suppositorial (pil peluru) vagina yang berisi metronidazole atau obat lain yang dianjurkan untuk Trichomonas. Pada kasus yang sangat berat. Minumlah tablet metronidazole. Minumkan 2 gram sebagai dosis tunggal.
  2. Cairan keputihan yang berwarna putih seperti keju lembut atau dadih dan baunya seperti lumut atau ragi roti. Keadaan ini menunjukkan suatu infeksi ragi atau jamur (moniliasis, ‘thrushi’). Terdapat rasa gatal yang hebat. Bibir kemaluan sering terlihat merah terang dan terasa sakit. Rasa terbakar  terdapat ketika buang air kecil. Moniliasis sering ditemukan terutama pada wanita hamil atau pada orang yang sakit, penderita kencing manis, atau pada orang yang menggunakan antibiotika, atau minum pil keluarga berencana.
    Pengobatan : lakukan d0uche dengan air yang mengandung cuka atau dengan gentian violet yang diencerkan, 2 bagian gentian violet dalam 100 bagian air (2 sendok the dalam setengah liter air). Atau gunakan tablet vagina nystalin atau suppositoria vagina yang lain untuk pengobatan moniliasis. Memasukkan yoghurt atau susu asam ke dalam vagina merupakan pengobatan rumah yang manjur untuk mengatasi infeksi jamur.
  3. Cairan keputihan pada wanita yg kental seperti susu dengan bau yang amis atau anyir. Keadaan ini mungkin merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang dinamakan hemophilus. Diperlukan pemeriksaan khusus untuk membedakan infeksi trichomonas. Lakukan douche degan larutan cuka. Juga gunakan tablet vagina yang berisi sulfathiazole, dua kali sehari selaa 2 minggu.
  4. Cairan keputihan yang encer sepertiai, berwarna cokelat atau keabu-abuan dengan bercak-bercak darah, berbau busuk. Semua ini merupkan tanda-tanda infeksi yang lebih parah, atau mungkin penyakit kanker. Jika timbul panas, gunakan antibiotika (kalau ampicilin). Mintalah pertolongan dokter dengan segera.

 

Leave a Reply